Air Cadangan Radiator selalu tekor

Pertanyaan : om2 dan tante2 saya ada masalah sedikit nihm, air cadangan selalu tekor padahal sudah saya service radiator dan tidak ada kebocoran serta ganti tutup radiator yang baru. apakah ada om2 dan tante2 pernah mengalaminya, mohon di sharing…

Jawab : Jangan2 bocor halus tuh di tabung reservoir-nya atau air meluap dari tabung cadangan alias luber :
kenapa ? Ada beberapa penyebab melubernya air di tabung cadangan :

a. Memang mesin overheat : hal ini dapat diseabkan oleh putaran kipas electric engine fan yang sudah mulai lemah sehingga tidak dapat menahan panas yang di timbulkan oleh mesin sehingga tekanan didalam ruang sistem pendingin mesin terus bertambah sampai meluberkan tabung. Overheat mesin juga dapat diakibatkan kompresi yang masuk keruang sistempendingin alias kompresi bocor. hal ini ditandai dengan gelembung gelembung udara saat mesin dihidupkan dengan posisi tutup radiator terbuka.

Lakukan compresion leakage test : dengan cara membuka tutup radiator dan menstart mobil apakah ada lompatan permukaan air di mulut tutup radiator yang terbuka itu saat mesin di start ? jika iya kompresi bocor……jika tidak perhatikan saat hidup apakah ada gelembung halus atau besar yang continues kalau iya kompresi bocor.

b. Tutup radiator sudah mulai tidak baik. Rusaknya tutup radiator belum tentu ditandai dengan bocor. Kadang pegas pengatur tekanan mulai lemah sehingga belum saatnya(tekanan) air radiator menuju ke tabung reservoir katup pada radiator sudah terbuka sehingga semakin lama akan semakin luber. Ketika berhenti maka vacuum pada ruang sistem pendingin menghisap kembali air dicadangan. Maka dapat dipastikan air akan habis terhisap karena sebagian dari air tersebut telah terbuang sebagai luberan…….

c. Terjadi kebocoran Selang atau radiator. Gejala ini harus dilakukan cek visual dengan teliti terkadang kebocoran cukup halus sehingga sulit dideteksi.

Mesin Ndut2an..

pertanyaan :
Dear RR,

Sy ada problem di CSX 05, sbb :
– Mobil pada saat stasioner normal, tapi pas lari pada RPM tertentu jadi ndut-an, tetapi u/ akselerasi normal. Juga lampu2 ikut naik turun tegangannya, jadai nyala tidak rata.

Langkah :
– Bersihkan throttle body,
– Periksa busi bagus n kering.
– Setting udara manual dan ganti filter udara baru.

Mohon masukan dan solusi problem tsb.
Terima kasih dan ditunggu

Jawab : Coba cek saringan bensin-nya dan filter bensin di dalam tangki Om .. Takutnya kotor banget di sana shg supply bensin terganggu.
Alternatif lain, check cable busi .. Takutnya itu yg menyebabkan mesin pincang sebelah jadi anjrut2an …

AC Mengeluarkan Bau Gas

Pertanyaan : Mohon pencerahannya dunx…. Kemarin saya ke jakarta pp di perjalanan ac jalan terus gak pernah mati kecuali mobil lg parkir…. trs pas pulang sampe di gerbang keluar tol buah batu pas buka kaca mo bayar tol tiba2 bau gas masuk ke dalam kabin… bokap panik dia kira dari ac… trs cepet2 di matiin… bokap mengira gas freon bocor… trs bau di kabin dah mulai hilang, bokap penasaran trs nyalain ac lage ampe nyampe rumah…. dari semburan ac gak ada bau apa2 dan ac tetepdingin…. sampe di rumah…. buka kap mesin ternyata pipa yang dari kompresor trs ada huruf “L” an “H” mengembun…. saya pegang pipanyapun dingin banget kaya pipa di dalem kulkas….

apa gara2 pipanya ngembun ampe bau gas freon….???

Jawab : Kalau freon bocor, AC pasti sudah tidak dingin lagi, apalagi pipa AC yang diruang mesin dekat kompresor berembun, berarti sistim AC masih bagus. Kalau sekarang tidak tercium bau gas lagi, berarti bau sebelumnya berasal dari luar. Yang repot kalau bau yang dari luar itu berasal dari ruang mesin, kemungkinan ada kabel yang panas, ini harus dicari sendiri, gak bisa diterawang. Kemungkinan lain yaaa didaerah gerbang tol tersebut mungkin memang agak bau he3x. Coba saja sekarang masih tercium bau tidak?

Seumur-umur Taruna saya bau didalam kabin saat switch lampu besar korslet didalam setir, ini bau mirip kabel yang panas. Selain itu tidak pernah kejadian apa-apa dan kebetulan untuk keperluan lain saya pakai aliran listrik tersendiri langsung dari accu, misalnya untuk radio komunikasi, ..tidak mengganggu kabel yang standard di Taruna.

Taruna Susah di Stater

Pertanyaan :
Selamat pagi DTCer semua.

1. Taruna sy kalau start pagi pagi nyeeeknyeeknyeeeek…..brummmm (mesin hidup) apa ini normal Om? Bukannya nyeeek ..brum (langsung hidup mesin?) Ces plang gitu..
2. Pernah mesin mati ditanjakan, waktu distarter mesin tidak bisa langsung hidup Om…nyeeeeknyeeek terus walaupun distarter sampai beberapa kali. Akhirnya sy tunggu beberapa menit (mungkin karena panas) sy starter baru mesin hidup.
Apakah ini tanda tanda sy harus berpisah dengan carbon brush dinamo starter (karena sdh tdk ada kecocokan) dan mencoba ngelirik yang masih seger dan tebel Om? he…hee…Tolong di terawang ya Om. Terima kasih.

Jawab : Kalau dinamo starternya terdengar suara “ngek-ngek”, diasumsikan bendictnya bagus, hanya saja dinamo kurang kuat memutar roda gendeng (fly-wheel), sebaiknya dilakukan:
1. Service dinamo starter dan ganti carbon-brushnya.
2. Kemungkinan bos starter sudah oblag, sehingga gerigi dinamo starter agak meleset sehingga berat memutar gerigi fly-wheel (ini murah harganya).
3. Saat service dinamo starter, sekalian dibersihkan terminal listrik yang didalam bendict (contact pointnya) supaya arus listrik yang dialirkan cukup besar.

Kerusakan Dinamo Starter dan Solusinya :
Jika Motor Starter tidak bertenaga ( ngek..ngek.), penyebab yang paling sering adalah arus yang mengalir ke motor starter kecil sehingga tidak kuat memutar motor starter, solusinya periksa kabel atau terminal aki ke starter atau kebalikannya, bisa juga karena arus aki udah lemah, periksa tegangan aki.
Motor starter bersuara , penyebab paling umum adalah roda gigi kecil ( bendix) pada motor starter yang memutar flywheel pada mesin distart udah aus atau rusak, solusi ganti bendix dengan yang baru.
Jika Motor Starter tidak mau distart ( bunyi tek..tek..), penyebab paling umun adalah arus switch (solenoid) starter yang sudah lemah, dan bisa juga dari strum kunci kontak yang sudah lemah arusnya, bisa ditambah relay untuk memperbesar arusnya.

Lampu senja Mati

Pertanyaan : Hadoohhh baru kmarin posting mikir2 mau ganti Headlamp dan Bohlam HID.. Ehhh barusan tuh lampu senja mati.. Akibatnya lampu2 dipanel dashboard mati juga.. Hiks hiks..

Kira2 kenapa yah ? Apa kemungkinan dari sekringnya yah ? Kebetulan td habis traveling ke perkebunan teh Malabar (pangalengan Kabupaten Bandung).. Track yang dilalui cukup ekstrim banyak lubang2 yang dalam dan sebagian berbatu tak beraspal..

Gimana yah cara cek apakah sekringnya putus atau tidak ditaruna ? Apa ada yang punya skema / tata letak sekring di Taruna ?

Please Om help dong.. Pengen ngoprek sendiri nih.. Mau ke bengkel kayaknya kagok kalaucuma gara2 lampu senja mati.. Hehe

Jawab : Takutnya, dudukan sekring yang di box sekring (tempat nancapnya) sekring “Gauge/Back” sudah meleleh mundur kebelakang sehingga aliran listrik tidak tersalurkan walaupun ditancap. Coba dicheck lagi box sekringnya ada kelihatan meleleh tidak? Mudah2an bagus semua. Kadang kelebihan beban listrik tidak membuat putus sekring, gantinya malah bikin meleleh rumah box sekring akibat panas.

Kalau box sekring kondisinya baik, terpaksa harus urut kabel kelistrikan. Dimulai dengan check dulu kabel yang menuju box sekring untuk terminal Gauge/Back ada atau tidak arus listriknya? Kalau tidak ada, berarti memang tidak ada listriknya , makanya sekring tidak putus. Kemudian coba check arus listrik dari fusible link, lakukan check satu-satu terminal di fusible link. Fusible link Ini kabel accu yang di kepala accu positif (ada banyak sambungan/konektor) disana (lihat gambar), pastikan konektor/terminalnyanya menyalurkan listrik ke box sekring. Satu-satu dicopot dan ditancap ulang untuk memastikan koneksinya benar.

Kalau belum ketemu juga putusnya dimana, musti urut pakai “pembuktian terbalik” (he3x), dimulai dari kabel fog-lamp sampai ke box sekring, kemana saja koneksinya.

Saran saja, fog-lamp sebaiknya pakai switch sendiri dan relay sendiri (arus listriknya jangan bersumber sama dengan lampu senja).

Bunyi Gluduk Gluduk

Pertanyaan :

Om lerry dan Teman2
Apakah sudah pernah pada ganti bushing kaki2 di taruna blm?

Klo bushing kaki2 yg ada di taruna apa aja yak yg mesti di ganti?

Katanya arm taruna skrg sudah ada yg jual bushingnya jg loh,bisa irit lg deh perawatannya taruna kita,biasanya harus beli segelondong yg notabenenya mahal bgt,,hehehe

Jawab : kalau ball-join masih bagus (belum oblag), ganti seluruh karet bushing lower arm depan saja tidak apa-apa. Kalau ball-join hanya oblag dikit, sekalian minta diketok bagian bawahnya ball-join pakai palu supaya rapat lagi. Nah, ganti bushing tersebut harus dibengkel yang punya alat press, ini agak susah pekerjaannya.

Hati-hati dan jadikan perhatian, ..kadang bengkel per abal-abal untuk mencopot bushing lower-arm yang lama pake “dibakar” karetnya. Ini bahaya, lower arm akan getas dan bisa patah suatu saat nanti bikin celaka. Copot dan pasang karet bushing harus dipress pakai alat press.

Kalau ball-join sudah oblag parah, disarankan diganti full assembly lower-armnya. Kalau mau senyap seperti mobil baru, sekalian diganti baut-baut panjangnya dengan yang baru. Baut-baut yang lama biasanya juga sudah agak tergerus dan kalau dipake terus akan tetap menimbulkan berisik dijalan keriting.

Mencopot bushingnya saja memang susah, makanya bengkel suspensi yang “abal-abal” biasanya main “bakar” karetnya pakai torch atau api las karbit yang malah bikin “mateng” besi lower-armnya … ini bahaya, akan berakibat lower-arm cepat karat dan getas. Mencopot bushing yang panjang dibolong-bolongin/dirusak dulu pake bor biar gampang lepas.

Yang perlu diperhatikan posisi karet bushing yang berpinggiran besi, saat pemasangan ke lower-arm harus sama dengan posisi yang sebelumnya, “mainnya” nanti bisa beda kalau posisinya tidak sama..(susah jelasinnya nih!) Lihat photo dibawah, kebetulan sempat diphoto sebelum dipasang kekaki siBluwek.

Sekedar nambahin, Karet support shockbreaker depan kalau sudah oblag menimbulkan bunyi mirip gluduk-gluduk juga.

Tips Merawat Radiator

Jangan mengisi Radiator Mobil dengan air sembarangan, bahkan air Mineral dalam kemasan pun tidak dianjurkan untuk dituangkan ke dalam Radiator, ini disebabkan mineral-mineral yang terkandung didalam air tanah maupun air mineral kemasan tersebut akan bereaksi dengan Logam Radiator, dan lambat laun akan mengakibatkan pengikisan pada dinding radiator hingga terjadi kebocoran, disisi lain hasil reaksi yang berupa kerak, sedimen dan zat kapur yang terkandung di air tanah akan menempel di dinding-dinding radiator dan silinder blok sehingga akan mengurangi kemampuan keduanya dalam melepas panas, yang lebih parah lagi adalah sedimen dan zat kapur menempel pada “TERMOSTAT” hingga mempengaruhi mekanisme buka tutupnya alias macet sehingga air panas tidak bisa mengalir ke Radiator dan hanya berputar-putar di silinder blok lewat selang bypass yang relative kecil, dan ujung-ujungnya ……. “OVER HEAT !”.

Yang terbaik adalah : gunakan air murni ( murni H2O ), kita bisa mendapatkannya di pasaran ( bengkel dan toko otomotif part & accessories ) dalam bentuk kemasan botol plastik 1 liter yang biasanya digunakan untuk mengisi aki ( air aki tambahan ) dengan ciri-ciri “BER-TUTUP BOTOL BIRU”. Merek branded yang umum beredar dipasaran adalah YUASA, Cap SINGA, dll, dimana pada kemasannya tertulis dengan jelas “BISA DIGUNAKAN UNTUK AIR RADIATOR” dengan harga berkisar antara Rp. 2.000,- ~ 3.000,- , tidak lebih mahal dibanding sebotor air mineral kemasan.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi, anda bisa menambahkan Radiator Coolant dalam kemasan satu literan yang banyak beredar di pasaran ( merek branded : STP Radiator Coolant, Prestone Radiator Coolant, atau merk lain jika anda confident), tambahkanlah pada air Radiator sesuai petunjuk pada kemasan. Fungsi Coolant ini secara umum melindungi Logam Radiator dan Mesin dari korosi dan proses kimia lainnya, disamping itu juga menaikkan titik didih air Radiator, sehingga tidak gampang menguap. Atau jika ingin lebih praktis, dari ke dua merek di atas anda bisa mendapatkan air Radiator siap pakai ( tanpa perlu mencampur dengan air lagi, air murni dan Coolant sudah dicampur dalam takaran yang proporsional ) dalam kemasan 1 gallon ( ~ 3.785 liter ) dan tinggal tuang ke dalam Radiator.

Jika anda melakukan treatment di atas pada mobil anda, dan Radiator mobil anda dalam keadaan sehat ( tidak ada bocor dan rembesan pada sambungan-sambungan ke slang karet ), bisa dipastikan bahwa dalam pamakaian normal setahun ( 30~50 km / hari ), anda hanya perlu menambahkan air Radiator sebanyak tak lebih dari 2 botol air aki “TUTUP BOTOL BIRU”. Disamping itu juga meminimalisir resiko kebocoran Radiator. Bindingkan dengan jika harus mengalami kebocoran Radiator akibat isi air sembarangan. Biaya minimal untuk repair Rp. 200.000,-. Dan jika beli Radiator baru berkisar antara Rp. 400.000,- ~ 800.000,- tergantung merk, belum termasuk ongkos pasang. Belum lagi biaya derek mobil jika anda mengalami kebocoran di jalan.

Ingat !, air aki ber “TUTUP BOTOL BIRU”, jangan sampai anda membeli yang ber”TUTUP BOTOL MERAH”, karena ini air aki jenis Zuur yang bermuatan elektronik yang digunakan untuk pengisian aki baru. Sifat air ini sangat reaktif terhadap Logam. Jika sampai tertuang ke dalam Radiator dijamin Radiator anda akan langsung melepuh dan bolong-bolong !

Cekap semanten sederek-sedulur, mugi-mugi bermanfaat.

Indikator Panas – Normalkah?

Pertanyaan : Om mau tanya Doπg indikator tarunaku ni kok sekarang baru jln 5 menit Udah dī posisi separo ? Normalkah atau ada apa gitu?

Jawab : Kalau jarum petunjuk temperatur Taruna masih dibawah 1/2 itu masih normal. Tapi pastikan dulu, kalau dipakai kencang atau dijalan macet merayap pakai AC apa jarumnya cenderung naik melebihi 1/2. Kalau tidak, ya gak apa-apa.

Kalau sering lewat 1/2, sebaiknya dicheck visco fan masih berfungsi atau tidak, check juga kondisi dalam radiator diintip lewat lobang pengisian air (mungkin sudah mulai ada yang tersumbat “kerak kapur” jalur-jalur airnya), kemudian dicheck juga extra fan masih berfungsi atau tidak (kalau kompresor AC hidup, extra fan juga harus muter). Biasanya salah satu atau salah dua ada yang harus dibereskan.
didalam visco fan ada valve yang diaktifkan oleh sensor temperatur berupa bi-metal (dari tembaga melingkar mirip obat nyamuk bakar), yang fungsinya untuk membuka dan menutup aliran oli didalam viscofan. Kalau valve membuka (temperatur mesin masih rendah), fan mesin akan loss, tapi kalau menutup (temperatur mesin mulai tinggi) fan mesin akan berputar mengikuti puteran mesin untuk menghisap udara dari depan melalui kisi-kisi radiator.

Service Mesin Taruna

Pertanyaan : Saya ada pertanyaan soal service mesin. Selama saya memiliki Taruna selama 3 tahun ini, sy tidak pernah melakukan yang namanya Service Rutin/Berkala karena mesin Taruna memang tangguh dan gak pernah rewel. Hanya sekali saja th 2010 Delco diperbaiki karena bbrp kali tiap mesin distarter setelah mobil terguyur hujan deras, dari knalpot keluar jelaga hitam disertai suara ledakan yang sangat keras (ternyata Delco kemasukan air hujan dari sela2 penutupnya dan perbaikannya hanya dibersihkan sisa2 air yg msh ada dan penutup diberi pasta Seal).
Jadi intinya, sy melakukan service mesin jika ada “perasaan” tdk normal aja.

Menurut pendapat om, apakah perlakuan saya terhadap kendaraan tsb sah-sah saja atau om punya masukan?

Jawab : Ini pertanyaan bagus dan karena masing-masing punya pemahaman sendiri tentang perawatan rutin maka saya hanya sekedar sharing saja.

Perawatan rutin terhadap kendaraan bermotor yang dianjurkan oleh produsennya secara umum mencakup 2 hal yang paling utama:

1) Faktor Safety
2) Faktor Life-Time kendaraan

Service rutin itu bukan sekedar ganti oli dan tune-up mesin, tapi juga melakukan pengecekan terhadap seluruh fungsi perangkat yang ada dikendaraan kita. Kalau di bengkel resmi umumnya mereka sudah punya SOP yang secara detail harus melakukan langkah-langkah pemeriksaan/penggantian dalam perawatan rutin.

Selama kita bisa disiplin melakukan SOP yang sama dan paham mengerjakannya, tidak ada masalah kalau dilakukan sendiri dan malah membuat kita “hapal” dengan kondisi kendaraan kita. Dibuku pedoman service secara lengkap diberikan kepada kita apa-apa saja pemeriksaan/penggantian yang dianjurkan oleh produsennya, baik dalam kelipatan setiap 5000Km, 10.000 Km dst.

Tapi kalau kita awam terhadap (khususnya) mesin, suspensi dan kelistrikan, sebaiknya perawatan rutin dilakukan dibengkel-bengkel yang menggunakan SOP dalam pengerjaannya. Memang biaya jasa terhadap bengkel-bengkel yang menerapkan SOP seperti ini agak lebih mahal dibanding bengkel-bengkel umum yang tidak jelas standard pengerjaannya. Maklum, di Indonesia belum diterapkan wajib ber-sertifikat terhadap seluruh mekanik/montir yang bekerja dibengkel-bengkel, sehingga jangan heran kalau kendaraan kita bukannya diperbaiki malah timbul kerusakan baru akibat salah penanganan… apes deh !!

Taruna mungkin masih termasuk kendaraan konvensional yang masih bisa ditangani secara konvensional juga, tapi kendaraan yang sudah meng-adopsi komputerisasi, mau tidak mau kita harus kebengkel resmi-nya atau kebengkel yang terafiliasi (authorized) dengan ATPMnya. Ini dilematisnya punya kendaraan moderen yang canggih he3x.

Solusi Pintu Belakang Gluduk Gluduk

Sudah berbulan-bulan tutup kuping karena suara pintu belakang taruna saya berisik, akhirnya nggak tahan juga. Iseng mampir ke bengkel stel pintu di jl.pramuka ( seberang Pasar Burung ), ternyata solusinya sangat mudah dan cepat.

Yaitu :
1. Kendorkan semua baut engsel pintu atas dan bawah.
2.Lepas baut engsel yang paling bawah.
3. Sisipkan ring besar ketebalan 2mm diameter 2 cm diantara engsel dan body mobil lalu kencangkan baut pengikatnya.
4. Lakukan hal yang sama pada engsel bagian atas, cukup baut yang bawah saja yang diganjel ring.

Dengan demikian posisi daun pintu akan terangkat ke atas karena terganjal dua ring tsb, sehingga daun pintu yang awalnya goyang karena engsel oblak jadi kenceng lagi dan tidak ada oblaknya. Tinggal stel sedikit di bagian pengunci daun pintu beres sudah.

Terasa nyaman berkendara tanpa harus dengar bunyi gludak-gluduk lagi di pintu belakang.

Harga Engsel baru Satu Rp. 750rb kalo dua sudah 1,5jt. Ongkos stel pintu cuma Rp.75rb woowww jauh sekali selisihnya.

Sekalian pasang kaca film yang agak gelap karena di komplek saya sudah agak rawan kaca mobil dipecahin karena mengincar barang yang ada di dalam mobil. Selain punya pengalaman pribadi laptop dan tas raib dicuri orang didalam mobil gara2 sentral lock tdk mengunci di satu pintu.

Itu saja sekedar sharing pengalaman hari ini semoga bermanfaat.

Konsumsi Bensin Taruna

Pertanyaan : Pak saya punya taruna 2005 type FL Untuk ideal nya 1 liter berapa km dalam kota and luar kota berapa yah pak maklkum saya baru pertama pegang taruna

Jawab : Kalau soal idealnya pemakaian bbm Taruna, pertama-tama selalu saya tidak bosan-bosannya untuk menjelaskan kembali, pada dasarnya mesin Taruna itu sesuai spesifikasi mesinnya harus menggunakan bbm yang ber-oktan 90 atau lebih (misalnya Pertamax). Kalau spesifikasi bbm yang digunakan sesuai dengan “permintaan” mesin, maka performance mesinnya bisa diharapkan maksimal.

Dengan timing pengapian yang telah disesuaikan secara optimal untuk masing-masing oktan bbm, perbedaan kilometer tempuh secara test acak, kalau Taruna karbu saya dulu pernah test, pakai Pertamax maka per liter Km tempuhnya bisa lebih jauh sekitar 2 Km didalam kota, dibanding kalau pakai bbm Premium yang ber-oktan 88. Kalau keluar kota lebih jauh lagi kilometer tempuhnya. Pakai Pertamax, mesin Taruna itu benar-benar “galak” dan ringan akselerasinya.

Yang harus dipertimbangkan, kita mau irit liter/kilometer atau Rupiah/kilometer????

Jangan pernah berharap performa mesin Taruna itu akan maksimal kalau masih pakai bbm Premium (bbm-nya dibawah spec soalnya). Tapi tetap saja seboros-borosnya Taruna buat saya …. kalau pakai bbm Premium jatuhnya tetap lebih irit Rupiah per kilometer dibanding kalau pakai Pertamax … he3x.

Konsumsi bbm Premium untuk Taruna CX karbu Th 2000 saya didalam kota (Jakarta), sekitar 1 liter / 7-8 km (pakai AC). Kalau keluar kota rata-rata diatas 1 liter / 10 km (ini juga digeber bawanya). Tapi kalau keluar kota kecepatan rata-rata Tarunanya 80 – 100 KPJ, bisa sekitar 1 liter / 13 Km.

Sekedar tambahan, Taruna karbu itu kalau mesin sudah di 4000RPM atau lebih, …borosnya minta ampun he3x, tapi tarikannya makin asyiiik.. Kalau yang EFI, mesin sudah di 4000RPM lemot banget mau naik lagi, terutama kalau sudah 140 KPJ mau lebih kencang lagi… terasa lelet banget,…. tapi konsumsi bbmnya irit….. hikkkkss.

Sekedar sharing saja.

Mesin Pincang

Pertanyaan : Mohon pencerahannya, Taruna saya 2k karbu, setelah dipakai kencang dengan rpm > 3.000 saat lepas gas untuk berhenti biasanya mesinnya langsung pincang, seringkali stall. Kalau dinyalakan lagi biasanya langsung keluar asap hitam dan barul hilang setelah digas sampai kira2 1.500 rpm dan mesin tidak pincang lagi.
Kira-kira penyebabnya apa ya? Saya sudah tune up dan menguras tangki bensinnya tapi gejala itu ga hilang juga.
Mohon advicenya om-om harus diapakan mobil saya (asal jangan ganti STNK ya…).

Jawaban :

Gejala mesin seperti ini penyebabnya, antara lain (tapi tidak terbatas):

1. Pastikan coil pengapian, kabel busi dan busi dalam keadaan baik. Coil pengapian agak susah ditest karena kalau masih dingin biasanya masih berfungsi dengan baik, tapi kalau susah agak panas baru kelihatan agak nyendat pengapiannya. Kabel busi juga gampang gampang susah mengeceknya, tapi kalau punya timing light agak mudah, tinggal dicheck lampu yang menyala ditiming light yang harus hidup mati sesuai putaran mesin untuk setiap kabel busi yang ditempeli sensornya. Tapi kalau malam hari terlihat ada percikan api disekitar kabel busi ya harus diganti kabel businya. Kalau busi biasanya jarang bermasalah, paling tinggal dilihat pisiknya saja (bisa browsing di internet untuk referensi “warna busi” dan kondisi mesinnya).

2. Pastikan juga selang-selang karburator posisinya benar (termasuk yang ke/dari distributor dan power steering) dan filter kecil yang satu arah tidak terbalik pemasangannya.

3. Pastikan setingan karburator benar, terutama perhatikan posisi throttle-valvenya (ini pelat yang membuka dan menutup aliran udara di venturi karburator) yang kalau saat “lepas pedal gas” maka throttle-valve harus menutup sempurna (tidak ada celah atau “terganjal”). Taruna itu dilengkapi dengan progressive karburator (ada 2 throttle valvenya, yang kedua akan mulai membuka di 3500 RPM atau lebih, dibawah RPM itu harus menutup dan hanya throttle pertama yang membuka diatas RPM idle). Kemudian pastikan part lain yang dikarburator setingannya juga benar, antara lain posisi damper akselerasi, kabel choke tidak nyangkut saat dilepas, posisi mekanisme idle-up untuk AC. Susah untuk dijelaskan kalau belum pernah bongkar karburator.

4. Kemungkinan lain timing belt agak kendor, sehingga timing pengapian saat akselerasi dan deselerasi tidak mengikuti spec mesin. Ini tinggal disetel lagi kekencangan timing belt dengan cara menggeser posisi tensioner dan kemudian diseting ulang timing pengapiannya sesuai spec mesin.

5. Mekanisme vacum advance dan centrifugal advance di distributor “seret”. Mekanisme vacum advance itu cara kerjanya akan memajukan timing pengapian saat RPM semakin tinggi dan kemudian balik keposisi normal kalau RPM balik turun/rendah. Nah, kemungkinan yang ini seret, sehingga saat RPM turun (lepas pedal gas), mekanisme vacum advancenya telat turun yang pasti akan mengakibatkan timing pengapian terlalu advance atau maju. Ini biasanya membuat mesin “batuk-batuk” sampai vacum advancenya kembali keposisi normal. Solusinya, distributor dilepas dan dibersihkan dengan bensin, lalu diberi gemuk tipis pada plat dan poros rotor termasuk part centrifugal advancenya supaya mekanismenya lancar lagi. Periksa juga selang-selang vacum yang dari/ke distributor tersebut, pastikan berfungsi dengan baik dan pemasangannya benar.

Kemungkinan lain yang agak berat (mudah2an tidak yang ini):

6. Kemungkinan sudah terjadi penumpukan kerak, bisa diruang pembakaran, bisa juga diseputar klep dan batang klep. Tumpukan kerak karbon yang didalam ruang pembakaran kalau sudah parah, kompresi diruang pembakaran akan semakin tinggi yang berpotensi memicu pembakaran diluar timing pengapian, apalagi menggunakan bbm beroktan rendah. Coba diintip lewat lubang busi dan senter, check apa sudah ada lapisan kerak karbon dipermukaan piston. Kalau tidak ada, berarti bukan ini masalahnya.

7. Dudukan klep dan bos klep di silinder head sudah aus. Ini membuat klep tidak menutup sempurna saat pembakaran terjadi. Saat akselerasi biasanya klep masih bisa menutup dengan baik, tapi justru pada saat deselerasi klep tidak duduk sempurna karena kevacuman di intake manifold agak tinggi membuat klep susah duduk sempurna karena throttle-valve di karburator menutup saat pedal gas dilepas. Ini harus “turun mesin setengah” dan diganti parts yang sudah aus (bisa klep, dudukan klep, bos klep termasuk per klep kalau sudah lemah). Mudah2an bukan ini masalahnya.

Coba diperiksa satu-satu sesuai point-point diatas, mudah2an ketemu penyebabnya. Tapi tidak menutup kemungkinan ada hal lain juga penyebabnya, karena agak susah juga menganalisa mesin lewat penerawangan jarak jauh he3x.

Sekedar sharing saja, mudah2an membantu.

Denggung Kasar di gardan

Pertanyaan : Hari ini saya ganti oli mesin(shell kuning), gardan dan transmisi (shell spirax botol hitam). Lokasi ganti oli di shop and drive. Saat pulang ada yg aneh saat jalan konstan di gigi3 ada suara dengung saat di gas, dan suaranya makin kencang dan rada kasar, kira2 kenapa ya om? Biasanya saya gunakan oli transmisi spirax yg botol merah, tapi tadi saya tanya katanya yg merah berubah jadi hitam. kemaren sore mobil saya pake rada jauh jakarta cikarang PP bunyi hilang, dan pada kondisi dingin pun bunyi dengung kasar di gigi3 hilang, tetapi Besok paginya atau lebih tepatnya hari ini saya berangkat kantor pake mobil sekalian tes apakah masih ada suara itu, ternyata yg muncul justru suara lain lagi yaitu suara kasar srek..srek..srek tidak disertai suara dengung, tetapi tidak konstan dan terjadi saat gigi 3 dan 4 / kemungkinan di kecepatan tertentu, dan bunyi tetap terjadi saat tidak injak gas, tetapi suara sepertinya menghilang ketika saya injak pedal kopling.
Jadi bingung nih mana mau dibawa mudik

Jawaban : Kalau mendeteksi suara bunyi memang agak susah, apalagi bunyinya saat kendaraan dipakai.

Kalau suara srek..srek..srek itu, kelihatannya bukan dari transmisi, tapi dari pengalaman sendiri kemungkinan sumbernya dari:

1. Klem pegangan knalpot/header yang posisinya dibaut kerumah transmisi agak kendor (posisinya pas dibawah tempat duduk penumpang depan). Ini tinggal dikencangkan atau ditampah lempengan plat kaleng diantara klem dan knalpot. Ukuran klemnya memang agak besar diameternya dibanding diameter knalpot sehingga kalau ada getaran jadi berisik.

2. Tameng penutup compressor AC untuk menghalangi panas dari exhaust agak menyentuh body mesin atau body compressor, sehingga dengan getaran tertentu bikin berisik. Ini tinggal dicheck lagi baut2nya atau agak dicongkel plat tameng tersebut supaya tidak ada yang merapat/nempel kepart lainnya.

Kalau untuk oli gardan Taruna, sebaiknya pakai yang viscositynya 90W. Ini bisa yang single grade atau yang multi-grade misalnya SAE 75w-90 atau 80w-90. Selain itu kategori olinya usahakan pakai yang GL-4 untuk transmisi. Kalau untuk gardan, bisa pakai yang GL-4 atau GL-5 (tapi kalau digardan sudah pakai Limited Slip Diff, sebaiknya pakai GL-4). Panjang penjelasan soal yang ini, tapi dari additive yang digunakan dalam GL-5 dapat mempercepat keausan pada parts yang berbahan kuningan (bronze) yang masih digunakan pada transmisi. Lebih amannya dan sekalian irit beli yang 1 galonan, pakai yang GL-4 saja untuk transmisi dan gardan (IMO).

Masuk Gigi satu agak susah

Pertanyaan : Taruna ane csx 00, sebenarnya ini udah berjalan semingguan, tapi blm sempet ke bengkel. Mobil kalo baru di nyalain mesin pagi, trus mau jalan masukin gigi satu, lancar2 aja, ga ada masalah. Tapi kalo udah jalan lama, dan mesin dah panas, kalo pas masukin gigi satu agak susah, kadang ampe bunyi “krek” gitu deh. Kira2 apa yang kudu di perbaiki yach…? Stelan kopling, ato kanvas kopling ato apa yach…? Kalo pas lage macet kadang bikin jengkel… Kadang gigi satunya susah bet….
Mohon pencerahan dari temen semua.

Jawaban : Setelan pedal/kabel koplingnya terlalu rendah. Coba dinaikin dulu sedikit, puter 1 – 2 puteran mur besar yang diujung kaitan tali kopling dilever disamping rumah transmisi.

Mudah2an balik normal.

Tetesan Oli di Kolong Mobil

Pertanyaan : Kemarin minggu ngolong ke bawah ternyata ada oli yang menetes di seputaran bak (carter) dan sedikit berada di area dekat filter oli, mohon penerawangan dari rekan-rekan semua apakah yang terjadi dengan taruna saya.. adakah sparepart yang harus di ganti?

Jawaban : Cuma ganti packing bak carter dan jangan lupa packingnya diolesin “silicon-red” dulu sebelum dipasang, supaya awet dan tidak ada rembesan oli lagi.

Semoga membantu

Suara gemuruh dan bergetar (cara mengecek engine mounting)

Pertanyaan : Numpang tanya juga. Taruna ane juga kalo stasioner antara 800 – 1000 rpm getarannya kerasa, diatas itu sih dah agak ilang karena putaran mesin makin naik frekuensi getarannya kan semakin rapat. Tapi gejala susah masuk persneling ga ada tuh.
Kira2 engine mountingnya masalah juga ga ya? Gimana cara ngecek engine mounting yang sebelah lainnya?

Jawaban : Kalau dari penjelasannya, yang seperti ini penyebabnya lain lagi Um, ini bisa menjadi indikasi pasokan bbm dan campuran udara yang tidak merata masuk kemasing2 ruang pembakaran (ini coba disetel ulang kerapatan klepnya sesuai spec)

Bisa juga karena dynamic compression antara silinder satu dengan yang lain berbeda jauh akibat adanya timbunan kerak karbon didalam ruang pembakaran atau loss kompresi karena faktor dudukan klep, ring seger, boss klep dll yang sudah aus dan tentunya beda2 disetiap silinder (ini harus turun mesin).

Engine mounting sebelah kiri duluan jebol karena posisinya sering “ketarik”. Yang kanan cenderung awet karena posisinya hanya diduduki mesin.

Saran jadul saja nih, kalau mau awet engine mountingnya jangan hidupkan mesin Taruna dengan cara didorong. Kemudian jangan juga taruna dipake untuk menarik kendaraan yang mogok (kebetulan Taruna gak ada eye-towing dibelakang, jadi aman untuk yang ini he3x).

Mesin susah hidup saat habis hujan

Pertanyaan : Maap ya nongol cuma kalo lagi ada masalah aja nih . Taruna sy kemarin abis hujan distarter langsung nyala trus sy panasin kira2 3 menitan. Tapi sy ngerasa kok mesinnya rada bergetar gitu, kayak putaran mesinnya terlalu rendah atau mungkin mesin masih dingin? Gak ngerti. Setelah dipanasin 3 menit, saya coba jalankan eh mendadak mesinnya mati. Setelah mati begitu sy coba starter lagi, gak hidup2 lagi mesinnya. Salahnya saya, saya coba starter berkali-kali sambil digas, sampe akhirnya bau bensin.

Sama teman2 dicoba dorong, tapi ya gak ngaruh ya, soalnya Akinya sih baik2 saja. Kata teman lagi mungkin karena banjir bensin. Iya sih bau bensinnya udah kecium. Trus saya tinggal saja si Tanguy di kantor. Pagi ini saya start mesinnya langsung nyala, dan saya panasin lebih lama sampe jarum temperaturnya ngelewatin C. Selama belum panas, jarum RPM itu bergerak2 naik turun, ketika sudah panas akhirnya suara mesinnya baru terdengar stabil dan jarumnya gak bergerak-gerak lagi.

Nah saya belum berani nyetir bawa keluar tuh mobil dari kantor, takut ngadat di tengah jalan. Menurut om-om sekalian kira2 aman gak yah si Tanguy saya bawa keluar dari kantor? Kalau pun harus ke bengkel, apa yang harus saya perbaiki ya? Tune up baru sebulan yang lalu. Apa karburatornya perlu diservice atau gimana?

Kalau ada bengkel rekomen di sekitar Buncit, please info ya.. rencananya abis jumatan saya mau bawa mobilnya ke bengkel … abis takut ntar tiba2 ngadat di jalan …

Makasih sebelumnya ya..

Jawaban : Coba nanti minta dicheck dan dibuka cap distributor (cap delco), biasanya Taruna sulit distart atau dihidupkan kalau didalam kap delco lembab dan berair. Kadang kalau sudah lama cap delco tidak pernah dibuka, ada lapisan kerak dike-empat terminal dan cap rotor… minta dibersihkan (disikat kawat).

Umumnya di Taruna, ini yang membuat mesin susah hidup habis hujan atau mesin “pincang” saat masih baru dihidupkan. Kadang bisa juga ada busi yang sudah hampir mati, ini harus diganti businya sekalian saja 1 set (4 biji).

Yang lain kelihatannya tidak ada masalah.
semoga membantu..

Flexible Joint Knalpot

Pertanyaan : Mohon pencerahannya, punya saya flexible nya bunyi keras, apa bisa diperbaiki?

Jawaban : Di check dulu klem yang memegang knalpot depan (lihat photo) sebelum flexible pipe. Kalau longgar, didalamnya klem ditambahin potongan lembaran kaleng supaya sewaktu baut dikencengin bisa rapat memegang knalpot. Ini biasanya yang bikin berisik karena bergetar kalau longgar.

Kalau flexible pipe-nya sudah keropos (biasa suaranya “ngejerejes”) bawa ke Beres saja, karena disana ada yang buat Taruna. Kalau dibeli yang ada dipasaran gampang rontok. Atau seperti saya punya diganti pakai pipa knalpot biasa saja yang diameternya sama, gak getar kok. Tapi pilihan terserah masing-masing.

Karburator keluar asap putih

Pertanyaan : Tadi pagi taruna saya setelah keluar rumah sekitar 200meter tiba2 mesin mati dan keluar asap putih dari kap, sedikit panik jadinya dan langsung keluar mobil setelah beberapa saat asap berhenti dan saya buka kap mobil.
Masih ada sedikit asap keluar dari saringan karburator (oh iya taruna saya thn 2000 jadi masih yg karburator). saya beranikan diri untuk membuka saringan dan masih ada sedikit asap putih keluar. Setelah saya tunggu beberapa saat saya coba nyalakan mesin ternyata stater nyala tetapi mesin tidak jalan berung kali hanya suara starter mesin tidak jalan, mulai keringetan deh mana mobil berhenti di tengah jalan . terpaksa panggil montir dan setelah di cek2 ternyata tidak arus di busi, cek ke sekring ternyata sekring putus setelah diskusi sebentar akhirnya diputuskan untuk coba nyambung sekring pake isi kabel dan saat itu pula muncul asap lagi dari kaburator saat di starter dan setelah di amati ternyata asap keluar dari salah satu bagian di kaburator akhirnya sekring dicabut lagi.
Saya tanya montir itu sparepart apa namanya dia ga tau cuman dia tau ini sementara bisa dibuang pak/tidak digunakan dengan memotong kabel yg mengarah ke sparepart tersebut.
Setelah dipotong dan sekring di bypas akhirnya mesin jalan dengan normal walau dengan was2. Selanjutnya untuk membereskan masalah mobil dibawa ke bengkel, sampai di bengkel dicari2 stok sparepartnya tidak ada stoknya untuk benda itu dan dicari kebeberapa tempat juga tidak ada kalo mau diganti harus satu paket sama karburatornya yg seharga 1,5jt
Akhirnya montir menyarankan ga perlu diganti pak tapi di potong aja kabelnya/sparpart tersebut tidak di fungsikan, saya sementara percaya karena memang mobil masih bisa saya pake normal sampai sore ini.

pertanyaannya itu kira2 sparpart apa ya? dan apakah memang ga dijual terpisah, mohon pencerahan dari om2 dan tante2. Mohon maaf saya belum bisa kasih fotonya tadi lupa memfoto, yg jelas dia letaknya di bawah saringan dan ada kabel untuk mengalirkan listrik ke sparpart tersebut.
kedua apakah benar kata montir kita bisa abaikan sparpart tersebut?

Jawaban : Sharing saja om, maaf saya agak kurang paham dengan apa yang dijelaskan karena agak bertentangan dengan prinsip kerja parts yang ada dikarburator.

Di karburator Taruna hanya ada 2 (dua) parts yang menggunakan listrik, yaitu;

1) “Fuel cut-off solenoid valve” yang fungsinya untuk menutup aliran bensin dikarburator pada saat mesin dimatikan. Ini dimaksudkan supaya saat mesin dimatikan, mesin langsung mati karena aliran bensin ditutup. Untuk mobil2 yang posisi tanki bensinnya lebih tinggi dari karburator (misalnya VW kombi), saat mesin mati juga solenoid valve ini berfungsi menutup aliran bensin dari tanki ke karburator. Kalau tidak ditutup, maka aliran bensin akan mengucur terus memenuhi karburator sampai manifold.

2) Outer vent valve (satu arah), yang fungsinya untuk melepas uap bensin didalam reservoir karburator (floating chamber) apabila tekanannya melebih kondisi tertentu dan dialirkan ke charcoal canister yang terhubung ke tanki bbm. Ciri-ciri kalau ini mampet (tidak berfungsi), saat kita mau mengisi bbm di SPBU, pada saat membuka tutup tanki terdengar suara “ngejos” (udara luar masuk kedalam tanki bbm) tanda kevacuman (hampa) didalam tanki bensin cukup tinggi. Kalau mekanisme outer vent valve ini berfungsi dengan baik, maka didalam tanki tidak terjadi kevacuman.

Nah, sempat terlihat uap (asap) putih, bisa jadi pada saat mesin mati, fuel cut-off solenoid valve (1) tidak menutup sehingga sebagian bbm masih mengalir dan berubah menjadi uap (putih) karena panasnya manifold atau karburator itu sendiri.

Yang saya kurang paham, kabel yang mana yang diputus? Karena hanya ada 2 (dua) aliran kabel ke karburator yaitu point 1) dan 2) .. lihat photo.

Kalau kabel untuk point 1) diputus, mesin tidak mungkin hidup karena aliran bensin pasti tertutup (kecuali solenoid valvenya sudah bermasalah atau nyangkut sehingga tidak menutup aliran bbm). Kalau yang ini tidak bisa diabaikan karena kalau posisi solenoid valve tersebut membuka atau nyangkut, uap bensin akan kemana-mana dan rawan kebakaran walaupun mesin tidak hidup (misalnya ada api disekitar mesin).

Kalau kabel untuk point 2) yang diputus, memang tidak masalah dan mesin tetap bisa hidup normal. Walaupun nanti terjadi kevacuman udara yang agak tinggi nanti didalam tanki bbm tapi pengaruhnya terhadap performa mesin boleh dibilang tidak ada. Saya setuju kalau yang ini bisa “diabaikan”.

Memang mobil Jepang urusan yang seperti ini kalau ganti parts karburator selalu mintanya ganti segelondongan atau kalau ganti spuyer biasanya harus beli 1 kit lengkap. Beda dengan mobil-mobil Eropa terutama buatan Jerman, bisa beli per satuan bahkan bisa hanya beli spuyer terkecil dikarburator satu biji saja… he3x.

Sayang photo yang saya punya tidak ada yang lengkap untuk karburator. Yang saya lampirkan hanya photo karburator dari samping untuk menggambarkan posisi dari kedua parts diatas. Apa betul salah satu part itu yang kabelnya diputus?

Pasang ban Baru

Pertanyaaan : Mo tanya Om. Setau sy kl ada ban baru di pasang didepan demi untuk safety. Tapi ada yg bilang kl utk Taruna (roda penggerak belakang) bagusnya yg baru di pasang di belakang. Gimana ini Om ? Terima kasih.

Jawaban : Kalau untuk safety, yaaaaaaa tetap harus ganti ban semuanya… masak cuma dua he3x. Kalau kasus seperti ini kita jangan bicara safety lagi tapi “fungsi”, karena sudah tidak mengikuti spesifikasi minimum.

Kalau untuk sementara pake ban baru hanya 2 biji, saya anjurkan dipasang diroda belakang atau roda yang “nge-drive” untuk Taruna. Kenapa dibelakang, karena Taruna itu roda yang “memutar” adalah yang dibelakang (rear wheel drive), terutama yang sebelah kiri belakang. Selain traksi tetap penuh untuk mendorong kendaraan juga sangat menolong saat engine brake pada jalan menurun.

Kalau mobilnya tarikan roda depan (front wheel drive), saya cenderung akan pasang kedua ban yang baru tsb diroda depan dengan alasan yang sama.

Kalau soal handling dan steering condition, tentunya dengan ban yang “belang-belang” tidak akan pernah sempurna dan tidak aman kalau cara mengemudi seperti biasanya. Harus tetap hati-hati dan lebih waspada (kurangi kecepatan).

Pendapat orang bisa beda-beda soal ini, tapi tetap saja sebaiknya buru-buru ganti ban yang dua lagi kalau memang sudah diluar spec.

Iddle Position

Pertanyaan :
Dear RR,

Saya mau nanya ke rekan-rekan,

Tarjo saya kalo lagi posisi idle kalau misal menyalakan lampu hazard atau lampu sein, kenapa ya RPM kok naik turun?
Hal yang hampir sama jika cuma menyalakan lampu senja rpm juga turun.
Apa ada yang salah di altenatornya, atau kelistrikannya, atau akinya (dari saya beli akinya cuma 35Ah hehehe…) ?
Ataukah ada yang lain lagi… kompresi yg sudah lemah misalnya…. ?

Jawaban : Sharing saja um, Kalau kondisi seperti ini umumnya gejala awal “arang” (carbon brush) alternator sudah tipis/ mendekati habis (IMO). Sebaiknya ganti carbon brushnya secepatnya sekalian service alternator. Kalau tidak, dalam waktu dekat akan terjadi korsleting dialternator dan IC regulatornya biasanya ikutan jebol.

Harga carbon brushnya murah, lupa entah Rp. 10 ribu atau Rp 15 ribu/pair. Kalau ring/cincin tembaga tempat tatakan carbon brush di anchore/commutator masih bagus, tinggal diamplas halus bisa dipakai lagi.

Ongkos bongkar alternatornya yang harus nego, kalau di Jakarta sekitar Rp. 50 rb s/d Rp 75 ribu.

Tapi biar tidak berulang-ulang bongkar alternator, sebaiknya sekalian ganti lager depan dan belakang alternator, harga lagernya juga gak mahal-mahal amat.

Cara Mengerluarkan Udara terjebak di PS

Pertanyaan : Please share about PS (Power Steering, red) …
Tarunaku baru saja ganti hydraulic hose PS karena bocor …dan New Oil ATF
Saat pertama dipake, setir ringan…sy senang karena sy dpikir berhasil ..sebelumnya
berat dan bocor…
Ternyata fenomena tsb terjadi di awal saja…kok sekarang berat lagi??
Apalagi saat taruna baru akan berjalan…(dari posisi diam ke bergerak)..
Apakah ada udara terjebak saat pengisian New Oil ATF??
Atau memang sdh harus service hydaulic pump PS??
Saat belok penuh terdengar bunyi decitan..cit..cit…
Mohon sharing teman2 …mungkin ada yg pernah mengalami kejadian yg

Jawaban : Biasanya di sana olie yang ada di sedot dulu (vacum) sambil setir di putar habis ke kiri dan ke kanan, Setelah itu olie yang telah di vacum di masukin lagi sambil setir di putar habis ke kiri dan ke kanan lagi

Sekedar nambahin saja, untuk power steering olinya masih yang Dextron-II, kalau oli ATF umumnya sudah Dextron-III (agak keras), biasanya karet-karet sealnya akan “kalah” (IMO). Sebaiknya dikuras oli ATFnya dan diganti dengan oli untuk power steering yang Dextron-II.

Sharing soal Lampu (Headlamp)

Tadi malam iseng-iseng “kerik” lapisan karbon hitam yang diujung lampu halogen standard (55watt / 60watt). Alasannya supaya reflektor baru tidak cepat kuning dalamnya akibat gas yang dikeluarkan oleh carbon tersebut. Saran klasik, kalau baru ganti bohlam halogen dengan yang baru, sebaiknya dihidupkan dulu diluar batok lampu beberapa menit supaya gas yang ditimbulkan carbon tidak menempel ke reflektor atau kaca batok lampu. Lebih bagus lagi kalau dikerik saja lapisan karbonnya he3x… (tidak begitu menyilaukan orang lain kok kalau watt-nya masih standard).

Sebelumnya coba pakai bohlam Xenon gas Crystal Blue 100watt (4.200K) cuma boros listrik dan buat ane yang matanya sudah mulai “keriyep-keriyep” kok rasanya “kurang nendang” apalagi kalau hujan (tapi nyilauin orang lain sih iyaaaaaa.. he1000x). Sinar dan penglihatan masih lebih enak pakai bohlam yang halogen standard walaupun hanya yang 55w/60w).

Tapi kalau untuk “lampu tembak”, pakai bohlam Xenon gas yang Golden Blaze (kuning) malah mantap banget. Kalau lagi hujan sinarnya benar-benar menerobos hujan dan jarak pandang jadi lebih jauh dibanding pakai bohlam halogen biasa yang malah jadi terang benderang menyilaukan akibat pantulan sinar dari air hujan.

Kunci Kontak

Pertanyaan : um um bisa tlng mau nya..nich tarnku dah lima kali mati di tngh jln…kalo mau di stater kaya hilang strumnya, smua mati..ditunggu dua smpe lima mnit baru bisa di kontak lagi..sya cekan di bnkl daihtsu ktnya ga da maslh..ad yg bisa btntu…

Jawaban : Sekedar masukan saja, kemungkinan lain, kalau kasus seperti ini biasanya “switch kunci kontak” sudah oblag. Ini dulu bisa akibat diganduli macam2 dikunci kontaknya bikin berat sehingga selongsongan switch kunci kontak jadi oblag. Kasus seperti ini ane temuin di Tarunanya um Anto dulu he3x

Tinggal ganti isi switch kontaknya saja mudah2an masalah selesai.

Salam,

Admin DTC