BSD – Tangerang 05 Mei 2013 Rangkaian acara Milad DTC Ke-9, Alhamdulillah telah dilaksanakan satu dari beberapa Rangkaian event kopdar Milad DTC Ke-9 dimana event kali ini mempunyai misi dan lebih ditujukan kepada pembekalan pengendalian medan berat dan safety drive dalam berkendara di tanah basah dan cenderung berlumpur.

Event yang bertajuk “4 X FUN FAMILY ADVENTURE ” ini mengambil  lokasi di areal offroad daerah Serpong – Tangerang  tepatnya di Sirkuit Pagedangan BSD (Foresta Track). Pernah terpikir saat mudik kita dihadapkan pada situasi macet dan harus mencari jalan alternative diluar jalan “on road” dan harus melewati jalan desa yg agak  “off road”, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para member agar memiliki skill untuk dapat menghadapi situasi medan jalan seperti itu.

Untuk lebih memantapkan misi kopdar kali ini, sebelumnya para peserta diberikan pengarahan mengenai cara mengendarai mobil yang benar di jalan berlumpur dan teknik safety drive-nya oleh om Handito (Dito Anjing Kampung) dari IOF. Pembekalan ini sangat penting sekali mengingat para peserta masih awam dengan dunia offroader.

Seperti biasa perjalanan menuju lokasi di tempuh dengan line up barisan konvoi dengan memastikan titik kumpul di rest area karang tengah KM. 13 dan koordinasi radio pada Freq 144.960 MHz, sementara peserta tuan rumah dari Tangerang sebagian sudah menunggu di lokasi dan sebagiannya lagi berkumpul di depan Sumarecon Mall Serpong sambil ngupi-ngupi tentunya.

Barisan konvoi  terdiri dari 9 KR di komandani oleh RC bro Rudy “Amoxx” Agustian dan Sweeper bro Agustinus “Codot” Trimulyadi, memakan waktu kurang dari 1 jam ini menyedot perhatian warga sekitar,…jejeran mobil ganteng nan macho bergerak elegant whahahahah….(lebay ah…) menembus jalur BSD Sumarecon yang mulai padat.

Sekitar 30 menit perjalanan, peserta merapat sebentar di pinggir danau untuk menyapa om Ary “Pegadaian” Kaswinanto dan om Wahyu “Kunti” yang rupanya sudah menunggu agak lama di danau tersebut, tegur sapa dan jabat erat tangan para peserta penuh kehangatan layaknya sahabat yang lama tak bersua tergambar di raut wajah para peserta. 15 menit waktu beremeh temeh, RC menginstruksikan para peserta untuk masuk barisan guna meneruskan perjalanan menuju lokasi yang sudah dekat…Gentleman Start Your Engine…!!!

Tiba di lokasi Foresta Track Pagedangan Serpong, para peserta langsung menuju areal “pembantaian” yang rata-rata dari kami masih awam dan penasaran ingin mencoba menikmati “dunia lain berkendara” terbukti dengan nggak sabarnya om Anderson ngegas taruna kesayangannya yang notabene memang sudah offroad banget dengan ban paculnya melaju sendirian masuk ke dalam track karena rasa penasarannya, nasib mujur masih berpihak pada diri om Anderson karena nggak kena di omelin sama bule sang penggagas track foresta, ternyata selain DTC, dilokasi ada berkumpul juga para penggagas dan creator track foresta diantaranya adalah Matteo (komentator MotoGP di Trans7) sebab ternyata track yang dilalui om Anderson tersebut rupanya adalah track khusus motocross (salah jalur mas bro)….xixixixi.

Coaching clinic berjalan 20 menit dibarengi tanya jawab peserta sambil “ngegayem” potluck dan es fenomenal, suasana akrab terasa kental disiang yang maha terik,  hari itu, dari 20 KR yang hadir…10 KR pun memutuskan untuk turun gunung dan mempraktekkan ilmu yg didapat dari sang eyang yang berbadan SUBUR ini. Iring-iringan offroader melaju santai namun pasti menuju lapangan tanah seluas 3 Hektar (kayaknya 3 H soale ane gak pegang sertipikat tanahnya bro xixixixi….)

Handicap #1 jalan tanah gembur , basah dan menikung sepanjang 10m menantang trip pertama, diawali  om Budiarto ijo melaju dengan sedikit terseok namun berhasil, dan seluruh peserta seperti anak kecil bertepuk tangan menyoraki peserta yg berhasil melewati handicap #1 ini, beberapa peserta mengalami “Stuck” dan harus di tarik dari kubangan tanah sedalam 20cm tersebut, entah karena kurang amal atau gak mempraktekkan ilmu yg baru saja ditularkan oleh om Dito sebelumnya,….kesimpulannya melibas tanah merah berlumpur ini bukan masalah merk mobil ataupun merk dan jenis ban…kembali terpulang oleh masalah bagaimanan kita menghandle laju kendaraan dan memahami triknya, salah satu ilmu yang ditularkan oleh om Dito adalah kurangi tekanan angin pada roda belakang dan sisakan 20 – 25 Psi, Injek gas pada saat melibas track berlumpur dengan gaya ngegas ala SUPIR ANGKOT dan jangan lebih dari 3000 Rpm,  mengurangi injek setengah kopling dan meniadakan rem serta mengocok pedal gas (kaya supir angkot) merupakan trik agar ban belakang mampu ber”traksi” on – off melepaskan diri dari “jepitan” lumpur dan tanah dimedah basah…(duh jepit dan basah…..awaw)

Handicap #2 kami pun bergerak menuju track “terberat” , terbukti dengan tumbangnya mobil om Ari K dan om Eky (ketum) yang harus merelakan mobilnya kepater pada tanjakan licin nan berlumpur, tanjakan basah sejauh 500m mampu dilahap peserta lainnya, walau beberapa harus di tarik (Towing) oleh rescue, om Codot dan om Firman Abah cling cling harus rela mobilnya dibetot sling oleh jeep rescue-nya om Dito. Kejadian mengharukan menimpa bro Ariemulya…saat taronya maju mulus menembus tanjakan becek, tiba tiba terdengar bunti “dahsyaat” BLETAK….!!!

Para penonton dan peserta pun terperangah, tetapi dengan gagah perkasa mobil tersebut masih tetap melenggang melibas medan berat dengan meningalkan seonggok benda….benda itu ternyata footstep belakang  taro yang tersangkut gundukan tanah,….whahahahah…dengan jijiknya benda tersebut dijinjing dengan ibu jari dan jari telunjuknya om Yana Taruna Biru,….diamankan dipinggir arena sambil nyengir, dan disambut tawa para peserta yang bahagia jika melihat temennya kesusahan…hahahaha….anehnya si empunya barang nggak merasa berdosa dan gak mengakui onggokan tersebut adalah miliknya,….whahahahahahah….orang yang aneh

Dari handicap ke 2 inilah tersisa peserta, Daniel Anderson, Wahyu 401, Amox Agustian, Bije, Yayat Beatrik, Budi, Ariemulya……Codot dan Abah yg tetep survive walau ditowing towing…

Selain kami ternyata trek tersebut juga digunakan beberapa teman dari  Suzuki Katana 4WD, mereka dengan antusias memberi standing applause dan geleng-geleng kepala oleh 2WD Spirit yang dipertunjukkan para Offroader team DTC…

Handicap#3 trek sejauh 700m dengan ragam gundukan tanah kanan dan kirim, melatih kelenturan tangan menghandle stir, meletakkan posisi badan, dan bermain ritme dengan bantingan kendaraan.

Dan akhir dari perjalana ini adalah sebuah lapangan dengan sebaris undukan tanah setinggi 90cm, kami pun memarkir kendaraan seraya bersorak atas pencapaian dititik akhir “neraka” di Foresta Track ini, sambil berjabat tangan dan berfoto bersama di akhir lintasan, rombongan pun bergerak menuju pit stop.

Penyerahan sertifikat tanda keikutsertaan acara “4 X FUN FAMILY ADVENTURE ” dan stikerpun dibagikan, dan lagi-lagi season foto dan narsis berjamaahpun digelar disini, sambil berfoto di depan Taruna berlumpur seolah ingin membuktian bahwa Taruna Bisa…!!! Makin cinta sama my taro……Tarunaku sahabatku bangeeet…

Season kopdar kali ini ditutup sekitar pukul 16:00 WIB, rombongan bergerak menuju tempat pencucian mobil,…..sebetulnya sayang klo dicuci, lebih keren belepotan lumpur gini daripada kinclong,….cletuk om Yayat,

Demikian liputan kopdar kali ini, kami panitya penyelenggara mengucapkan ribuan terima kasih buat Om Dito IOF and the gang yang telah rela kita repotin, juga buat temen-temen DTCers yang terlibat secara langsung sebagai peserta maupun penggembira. Kami menyadari bahwa masih banyak ribuan kesalahan dan kekurangan dalam menyajikan acara ini, tetapi mudah-mudahan misi yang kita tuju dapat tercapai dan berguna bagi kita semua, mohon maaf dan terima kasih…sampai jumpa di Rangkaian acara Milad DTC yang ke-9 berikutnya…Salam